[預購] 橋本有菜 美體重現半身娃 [預購] 橋本有菜 美體重現半身娃 , 迷情美少女 筱田美奈子 迷情美少女 筱田美奈子, 實體娃娃,半身實體娃娃推薦 加入購物車,立即搶購,24小時出貨。

Pemkab OKU Selatan dan BKSDA Berkolaborasi Selamatkan Spesies Gajah Sumatera

OKU Selatan Sumsel–Kolaborasi antara jajaran Pemerintah Kabupaten OKU Selatan dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel serta masyarakat untuk melakukan upaya translokasi gajah liar yang ada di wilayah Bumi Serasan Seandanan kembali akan dilanjutkan. Hal ini dilakukan untuk menyelamatkan hewan liat itu dan meminimalisir konflik antara gajah dan manusia.

Untuk diketahui gajah liar memang masih terdapat di wilayah Kabupaten OKU Selatan beberapa diantaranya terdapat di wilayah Kecamatan Buay Pemaca dan Mekakau Ilir.

Kepala BKSDA Sumsel, Ujang Wisnu Barata mengungkapkan, ada dua kelompok gajah liar di Kabupaten OKU Selatan. Satu kelompok berjumlah lima ekor di Buay Pemaca, dan satu kelompok lainnya berada di Mekakau Ilir.

“Yang di Mekakau Ilir berjumlah satu ekor dan diberi nama Meili (Mekakau Ilir) oleh masyarakat setempat,” Jelas Kepala BKSDA Sumsel saat rakor bersama Wakil Bupati OKU Selatan, Sholehien Abuasir dan jajaran di lingkungan Pemkab OKU Selatan, Selasa (12/10/2021).

Baca Juga :  Survei Indeks Kemerdekaan Pers di Kalimantan Tengah Libatkan Toko Pers dan Konstituen 

Dikatakannya, pihak BKPSDM bersama tim telah melakukan beberapa upaya untuk melakukan translokasi gajah-gajah ini, khsusnya gajah Meili di Mekakau Ilir.

“Bahkan, titik atau posisi dari gajah ini sudah diketahui namun karena gajah ini merupakan gajah gunung yang daya jelajahnya cukup luar biasa sehingga sedikit menyulitkan tim yang bertugas”,bebernya

Dikatakannya saat ini, tim kembali akan turun ke lapangan dan tak hanya akan melakukan translokasi gajah Meili melainkan lima gajah lainnya ke wilayah Hutan Kawasan Gunung Raya. Translokasi gajah ini juga merupakan perintah dari BKSDA pusat.

“Yang perlu dipertegas di sini, berdasarkan arahan dari pusat juga bagaimanapun Gajah Meili harus dipindahkan. Untuk itu, kita tidak menargetkan batas waktu tapi kita mengupayakan ini agar selesai. Dan terpenting pasca ini, ketika sudah berada di suaka margasatwa kita harus menjaga agar (gajah) tetap berada di sana,” tegasnya.

Baca Juga :  Viral Video Sekda OKI Minta Kades Dukung Caleg Tertentu, Ini Kata Bawaslu Sumsel

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk gajah Meili, target awal akan ditrans lokasikan, selanjutnya akan dipasang GPS untuk melacak pergerakan dari gajah sebelum dilakukan pemindahan atau tindakan lebih lanjut.

Sedangkan untuk lima gajah di Kecamatan Buay Pemaca, upaya translokasi yang akan dilakukan diantaranya dengan melakukan penggiringan gajah dan menggunakan gajah pikat.

“Setelah berhasil digiring, kita juga sudah menyiapkan skema agar gajah tidak keluar hutan kawasan dengan mencukupi pakan dan air. Dan membuat barikade agar gajah tidak keluar misal dengan memberdayakan masyarakat agar membudidayakan atau bercocok tanam yang tidak disukai gajah,”terangnya.

Ia juga mengatakan, upaya pengiringan, pemindahan maupun penjagaan gajah di hutan kawasan agar tidak keluar dilakukan tentunya dengan tindakan yang tidak membahayakan gajah dan manusia. Untuk itu, dia mengharapkan agar masyarakat dapat bekerjasama dalam melakukan berbagai upaya ini.

Baca Juga :  Jajaran Polda Sumsel Musnahkan 3,1 Kilogram Sabu

Menanggapi hal ini, Wakil Bupati OKU Selatan, Sholehien Abuasir, mengucapkan terimakasih atas upaya yang dilakukan. Menurutnya, itu perlu dilakukan dan dalam melakukan kegiatan ini diperlukan para ahli diantaranya tim dari BKSDA karena ini menyangkut keselamatan gajah dan kepentingan masyarakat.

“Harapan kita, dengan pengalaman tim dan keahliannya ada perbaikan dalam masalah ini. Bila perlu, untuk gajah Meili di Mekakau yangg sedirian ini kita pindahkan kalau sudah berhasil digiring. Karena ini akan membahayakan dirinya juga karena dia sendirian, ini keselamatannya juga terancam,” tegasnya.

Sementara itu Sekda OKU Selatan, H Romzi, mengatakan Pemkab OKU Selatan mendukung penuh upaya penyelamatan gajah tersebut.

“Apalagi, gajah merupakan salah satu satwa yang dilindungi dan jumlahnya di Indonesia tidak begitu banyak”, ungkapnya. (Red)

Print Friendly, PDF & Email