[預購] 橋本有菜 美體重現半身娃 [預購] 橋本有菜 美體重現半身娃 , 迷情美少女 筱田美奈子 迷情美少女 筱田美奈子, 實體娃娃,半身實體娃娃推薦 加入購物車,立即搶購,24小時出貨。

Dugaan Pemotongan Honor Guru Mencuat di Tengah Kekosongan Buku Pelajaran di SMPN 1 Buay Pemaca

OKU Selatan Sumsel–Ketersediaan buku pelajaran Kurikulum Merdeka tahun ajaran 2024/2025 di SMP Negeri 1 Buay Pemaca menjadi sorotan. Pasalnya, siswa kelas 9 hingga kini belum menerima buku pelajaran yang seharusnya digunakan sejak awal semester.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kekosongan buku tersebut terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Sementara itu, jumlah buku yang belum tersedia diperkirakan mencapai kebutuhan sekitar 30 siswa dalam satu kelas dikalikan 6 rombel.

Untuk mengisi kekosongan tersebut, pihak sekolah disebut meminjam buku dari sekolah lain di wilayah Muaradua Kisam. Namun pinjaman tersebut belum sepenuhnya menutupi kebutuhan seluruh siswa.

Baca Juga :  Jelang Hari Raya, Lapas di OKU Selatan Bagikan Zakat Fitrah

Tidak hanya kelas 9, sebelumnya saat kepemimpinan kepala sekolah saat ini, fasilitas buku untuk kelas 7 dan 8 pun terbatas satu bangku hanya terdapat satu buku untuk digunakan bersama dua siswa. Selain itu, buku pembelajaran yang tersedia di sekolah hanya mencakup 7 mata pelajaran, jauh dari jumlah mapel yang seharusnya dimiliki dalam Kurikulum Merdeka.

Dana BOS dan Gaji Guru Honorer Jadi Pertanyaan

Dengan jumlah siswa kurang lebih 475 orang, sekolah ini memperoleh alokasi Dana BOS yang terbilang cukup besar. Di sisi lain, terdapat 8 guru honorer yang menerima gaji antara Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per jam, namun muncul dugaan adanya pemotongan gaji guru honorer di lingkungan sekolah tersebut.

Baca Juga :  Giat Patroli Satgas Anti Premanisme Polres OKU Selatan Sasar Pusat Keramaian dan Terminal

Sementara itu Kepala Sekolah Bungkam Saat Dimintai Konfirmasi

Saat dikonfirmasi terkait persoalan ketersediaan buku hingga dugaan pemotongan gaji guru honorer, Kepala SMP Negeri 1 Buay Pemaca, Sopyan, belum memberikan tanggapan. Pesan konfirmasi melalui WhatsApp yang dikirimkan hingga berita ini diturunkan tidak memperoleh balasan. (AF/Red)

Print Friendly, PDF & Email