[預購] 橋本有菜 美體重現半身娃 [預購] 橋本有菜 美體重現半身娃 , 迷情美少女 筱田美奈子 迷情美少女 筱田美奈子, 實體娃娃,半身實體娃娃推薦 加入購物車,立即搶購,24小時出貨。

Kalapas Muaradua OKU Selatan dan Jajaran Hadiri Upacara Peringatan HDKD 2021 Secara Virtual

OKU Selatan Sumsel–Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Muaradua mengikuti upacara peringatan Hari Dharma Karya Dhika Ke-76 tahun Kementerian Hukum dan HAM RI secara virtual di ruang aula Lapas Kelas IIB Muaradua pada Sabtu, (30/10/2021).

Upacara peringatan ini dipimpin langsung oleh Menteri Hukum dan HAM RI Bapak Prof. Yasonna H. Laoly. SH, M.Sc, Ph.D. dan diikuti oleh seluruh insan pengayoman di seluruh Indonesia.

Dalam pidatonya Menkumham menyampaikan ucapan selamat Hari Dharma Karya Dhika ke -76 tahun kepada keluarga besar Kementerian Hukum dan HAM di manapun bertugas serta menyampaikan apresiasi atas komitmen berperan aktif dan bersinergi dengan berbagai pihak untuk mendukung setiap kebijakan pemerintah.

Baca Juga :  Lapas Muara Dua Gandeng BSI, Bantuan Pelaku UMKM di OKU Selatan

“Kepada seluruh keluarga besar Kementerian Hukum dan HAM saya mengucapkan Selamat Hari Dharma Karya Dhika tahun 2021. Apresiasi yang setinggi-tingginya saya berikan atas kerja keras jajaran Kementerian Hukum dan HAM yang sampai saat ini masih terus konsisten berperan aktif dan bersinergi dengan internal maupun dengan unsur eksternal untuk mendukung setiap kebijakan pemerintah dalam upaya percepatan penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional, “ujar Menkumham.

Pada kesempatan ini juga menkumham menetapkan 19 Agustus 1945 sebagai hari lahir Kementerian Hukum dan HAM. Menurut Menkumham penetapan ini berdasarkan kajian, penelusuran sejarah, dan pengumpulan bukti-bukti autentik, serta wawancara beberapa pakar hukum yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Baca Juga :  Kompi 1 Batalyon C Brimob Polda Sumsel Bantu Evakuasi Material Longsor di OKU Selatan

“Kedepannya Hari Dharma Karya Dhika akan diperingati pada tanggal 19 Agustus setiap tahunnya. Keputusan ini sekaligus mencabut Keputusan Menteri Kehakiman tahun 1985. Selain itu hal ini dilakukan semata-mata untuk mengembalikan dan meluruskan sejarah yang benar”,tutup Menkumham. (Red)

Print Friendly, PDF & Email