OKU Selatan, Sumsel–Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten OKU Selatan menuai sorotan tajam dari masyarakat sejak Ramadhan. Menu yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah kecamatan memicu tanda tanya besar.
Warga menilai porsi makanan yang dibagikan tidak mencerminkan konsep “bergizi” sebagaimana tujuan program. Paket yang diterima disebut hanya berupa satu botol minuman kemasan, satu butir telur, dan snack ringan.
Jika ditaksir, nilai konsumsi tersebut diperkirakan tak lebih dari Rp8.000 per porsi. Kondisi ini memunculkan kritik dan kecurigaan publik terkait transparansi anggaran serta pengawasan pelaksanaan program.
“Kalau isinya hanya minuman botol dan snack kecil, tentu publik wajar bertanya. Program ini menggunakan anggaran negara, jadi harus jelas,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Selasa (23/02/2026).
Program MBG yang seharusnya mendukung pemenuhan gizi, khususnya bagi pelajar, kini justru menjadi polemik. Masyarakat mempertanyakan apakah menu yang diberikan benar-benar memenuhi standar gizi seimbang atau sekadar formalitas.
Sorotan juga diarahkan kepada pihak SPPG sebagai pelaksana teknis. Publik mendesak adanya keterbukaan mengenai anggaran per porsi, sistem pengadaan, serta standar menu yang digunakan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai komposisi anggaran maupun alasan penyajian menu tersebut. Desakan evaluasi dan audit pun mulai menguat.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas agar Program MBG berjalan sesuai tujuan, memberikan manfaat nyata, dan tidak sekadar menjadi program seremonial. (Red)
























Leave a Reply