OKU Selatan Sumsel–Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati HUT ke-22 Kabupaten OKU Selatan. Momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan tonggak refleksi atas dua dekade perjalanan pembangunan daerah.
Dipimpin langsung oleh Ketua DPRD OKU Selatan, rapat ini dihadiri oleh Gubernur Sumatera Selatan, Bupati dan Wakil Bupati OKU Selatan, jajaran pimpinan daerah, serta kepala daerah dari kabupaten/kota tetangga.

Pada kesempatan ini Gubernur Sumsel Herman Deru mengapresiasi berbagai capaian pembangunan di kabupaten OKU Selatan.
Dikatakannya OKU Selatan memiliki potensi besar di berbagai sektor, seperti pertanian, perkebunan, dan pariwisata, yang perlu dikelola secara optimal melalui kerja sama antara pemerintah Daerah dan Provinsi.
“Peringatan HUT ke-22 ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan komitmen bersama dalam membangun OKU Selatan yang lebih maju dan sejahtera,” jelasnya

Sementara itu Hisdan Ketua DPRD OKU Selatan mengatakan diusia yang ke-22 tahun, DPRD OKU Selatan menegaskan bahwa sinergi antara legislatif dan eksekutif adalah harga mati. Kemitraan strategis ini menjadi kunci utama untuk memastikan setiap kebijakan pembangunan berorientasi pada satu tujuan yakni kesejahteraan masyarakat.
“DPRD OKU Selatan akan senantiasa memastikan aspirasi masyarakat bisa diserap melalui kegiatan reses, begitu juga dengan peningkatan pembangunan SDM maupun infrastruktur kita akan senantiasa berkolaborasi dengan pemerintah daerah,” jelasnya
Terpisah Bupati OKU Selatan Abusama mengatakan, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kualitas SDM dan pembangunan infrastruktur di kabupaten OKU Selatan meski dihadapkan pada tantangan efisiensi anggaran di tahun 2026.
“Pemerintah Kabupaten OKU Selatan bersama DPRD tetap menunjukkan komitmen baja. Keterbatasan anggaran bukan menjadi penghalang,” tegasnya

Dikatakannya DPRD dan Pemkab OKU Selatan telah menyusun strategi kolaborasi lintas level mulai dari Pemerintah Pusat hingga Provinsi untuk mencari solusi inovatif dan pembiayaan alternatif.
”Tantangan anggaran tahun 2026 justru menjadi pemacu bagi kami untuk bekerja lebih cerdas. Kerja sama kolektif adalah solusi agar pembangunan tetap melaju demi kepentingan masyarakat luas,” tandasnya (Red)
























Leave a Reply