[預購] 橋本有菜 美體重現半身娃 [預購] 橋本有菜 美體重現半身娃 , 迷情美少女 筱田美奈子 迷情美少女 筱田美奈子, 實體娃娃,半身實體娃娃推薦 加入購物車,立即搶購,24小時出貨。

Saat Pacekelik Tiba, Warga Desa Ujan Mas OKU Selatan Pilih Mendulang Emas

OKU Selatan Sumsel–Warganet dihebohkan adanya kabar warga desa Ujan Mas Kecamatan Sungai Are mendapat bongkahan emas di aliran Sungai kabupaten OKU Selatan beberapa waktu yang lalu.

Namun pada kenyataannya kabar itu tidak benar. Fakta yang didapat di lapangan yakni adanya warga yang mendulang emas di sungai dan mendapatkan serbuk emas atau biji emas.

Aktivitas warga desa Ujan Mas dan sekitarnya dalam mencari emas dengan mendulang di sungai sudah berlangsung lama dan telah turun temurun.

Ari, salah satu warga Desa Ujan Mas saat disambangi di tengah aktivitasnya mendulang emas di aliran sungai yang ada di desa tersebut, mengatakan kebiasaannya mencari emas di sungai dilakukannya di saat musim paceklik atau di masa tunggu musim kopi tiba.

“Saya dan warga sekitar biasa mencari serbuk emas dengan cara mendulang, itu pun kami lakukan di saat musim paceklik dan kondisi air sedang surut”, jelasnya, Rabu(10-11-2021).

Baca Juga :  2023 Angka Perceraian di OKU Selatan Meningkat, Didominasi Gugatan Istri 

Dikatakan Ari, aktivitas warga desa Ujan Mas dan sekitarnya ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sebelum musim kopi tiba.

“Hal itu kami lakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sambil menunggu waktu panen kopi”,terangnya

Lebih lanjut ia mengatakan, setiap kali mendulang emas tidak selalu mendapatkan hasil. Kadang mereka pulang dengan tangan kosong.

“Tidak setiap kali mendulang kami bisa mendapatkan hasil. Terkadang dari pagi sampai sore nihil tidak mendapatkan apapun. Kadang kalau lagi ada rezeki, tidak butuh waktu lama, sudah dapat hasil. Tergantung rezeki gitu lah,” tegasnya

Diakuinya, dalam satu atau dua minggu dirinya hanya bisa mengumpulkan 2,3 gram serbuk emas. Setelah terkumpul cukup banyak barulah serbuk emas itu dijual.

Baca Juga :  Jelang Masa Panen dan Ramadhan Harga Beras di OKU Selatan Bergerak Turun

“Dalam satu atau dua minggu, terkadang saya hanya bisa mengumpulkan 2,3 gram, dan baru bisa di jual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari”, pungkasnya

Senada dengan Ari, Kepala Desa Ujan Mas Anri Winata, mengatakan aktivitas warga desanya dalam mencari serbuk emas sudah menjadi kebiasaan jika musim kopi belum berlangsung. Hal ini juga merupakan salah satu mata pencarian warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa tunggu panen kopi.

“Saat masuk musim paceklik, warga biasanya mencari serbuk emas di aliran sungai. Itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sembari menunggu musim kopi dimulai”, terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, aktivitas warga sekitar dalam mencari serbuk emas (mendulang emas) di sungai Aiek Luas sudah berlangsung sejak lama namun hingga kini belum ada warga yang menemukan emas dalam bentuk bongkahan seperti yang dihebohkan oleh warganet.

Baca Juga :  Mendekati 14 Februari 2024, Polres OKU Selatan Kawal Ketat Gudang Logistik, KPU dan Bawaslu

“Kalau menemukan bongkahan emas tidak ada dan belum pernah terjadi”, tegasnya

Seperti diberitakan sebelumnya, tersiar informasi bahwa warga desa Ujan Mas menemukan bongkahan emas. Semula kabar itu diunggah di media sosial facebook dan menjadi perbincangan warganet. Lalu dimuat oleh beberapa media online nasional maupun lokal.

Disebutkan bongkahan emas itu ditemukan warga di aliran Sungai Are, tepatnya di Desa Ujan mas, Kecamatan Sungai Are, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan.

Namun kabar yang menyatakan ditemukan bongkahan emas di aliran Sungai Aiek Luas Desa Ujan Mas itu dibantah oleh kepala desa setempat.

“Informasi itu tidak benar, yang ada hanya serbuk emas hasil warga mendulang emas”, jelas Anri Winata Kepala Desa Ujan Mas, saat dikonfirmasi di kediamannya. Senin (08/11/2021). (Ayik/Red)

Print Friendly, PDF & Email