[預購] 橋本有菜 美體重現半身娃 [預購] 橋本有菜 美體重現半身娃 , 迷情美少女 筱田美奈子 迷情美少女 筱田美奈子, 實體娃娃,半身實體娃娃推薦 加入購物車,立即搶購,24小時出貨。

Sempat Ditetapkan Tersangka, Kasus Tri E Kini Telah SP3

PALI Sumsel–Tepat Hari ini Kamis 21 Oktober 2021 Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online Penukal Abab Lematang Ilir, (PD IWO PALI) Gelar Press Comfrence atau Jumpa pers di halaman kantor IWO PALI, Jalan merdeka KM 5 Golf permai kelurahan Handayani Mulia Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI Sumsel.

Press Comfrence ini bertujuan merehabilitasi nama baik wartawan yang sempat di laporkan dengan tuduhan menyebarkan berita bohong, oleh Forum Komunikasi Kepala Desa PALI (FK2DP) Pada tanggal 4 Mei 2020 lalu.

Diketahui, pada saat itu tiga orang wartawan bernama Efran Dari media Pali.co.id, Eddi Saputra, dari wartawan media Bratapos.com dan Enggie Bramah Nova wartawan dari media Beeoneinfo.com, atau sering di sebut Tri E, dilaporkan Forum Kades, dan sempat ditetapkan menjadi tersangka.

Kemudian setelah kasus bergulir, proses demi proses telah di lalui, alhasil tepatnya tanggal 27 Februari 2021, dikeluarkan Surat Pemberhentian Pemeriksaan Perkara (SP3) oleh Penegak Hukum, dengan status hukumnya kasus tersebut di nyatakan tidak bisa diteruskan karena tidak bisa dibuktikan.

Baca Juga :  Pasca Pilkades 2023, Kapolres OKU Selatan Pimpin Penarikan Pasukan BKO Brimob Polda Sumsel

Dalam Acara jumpa pers itu, Ketua pengurus daerah IWO PALI, Efran, menyampaikan bahwa kasus tersebut sudah selsai, dan sudah keluar SP3, dia mengajak seluruh insan Pers yang bertugas di bumi serepat Serasan untuk tetap semangat menjalankan fungsi kontrol sosial.

“Kasus Tri E kemaren sudah selesai, dan pasal yang sanksi kan ke kami bertiga tidak bisa dibuktikan, artinya kami tidak bersalah. Saya berharap kepada rekan-rekan jurnalis agar jangan pernah takut untuk mengkritisi tindakan yang menyalahi aturan, asalkan data dan faktanya memang ada. Tapi awas jangan sampai memberitakan berita bohong”,tutur Efran.

Baca Juga :  Sukseskan Imunisasi Anak, Puskesmas Buay Pemaca Launching BIAN

Ditanya apakah akan lapor balik, oleh sejumlah wartawan, Efran menjelaskan tidak akan lapor balik. “Kemaren kita didampingi oleh kuasa hukum, maka kami sudah berkoordinasi dengan kuasa hukum kami. Beliau menyarankan agar tetap fokus sebagai fungsi kontrol sosial. Maka dari hasil kesepakatan bersama, kami tidak lapor balik”jelas Ketua IWO PALI.

Di tempat yang sama Efran didampingi Eddi Saputra, sementara Enggik Bramah Nova tidak bisa hadir dan diwakilkan oleh Wakil Ketua IWO PALI, Syamsudin,
Dihadapan puluhan awak media, Eddi Saputra juga mengatakan sepakat, tidak akan melapor balik, meskipun sempat terseok-seok dampak laporan FK2DP, dan sempat ditetapkan sebagai tersangka.

“Saya sepakat tidak melapor balik, meski kemaren kita sempat ditetapkan sebagai tersangka, terkhusus saya pribadi saya akan tetap fokus dengan tugas jurnalistik yang fungsinya kontrol sosial, kalau diingat saat dilaporkan, bahkan sempat jadi tersangka, sebagai manusia biasa saya sempat down, begitu juga keluarga, bahkan saat itu saya sempat beranggapan, setiap mengkritisi akan berhadapan dengan hukum, ternyata tidak begitu juga, penegak hukum juga tetap lurus dan independen.”Papar Eddi.

Baca Juga :  Jelang Malam Pergantian Tahun, Puluhan Personil Polres OKU Selatan Ikuti Apel Pengaman

Eddi Saputra juga mengucapkan terimakasih kepada semua wartawan di Pali. Atas dukungan semangat saat itu, dia juga menyimpulkan kalau karena kasus waktu itu mereka sampai di penjarakan, dipastikan Marwah kontrol sosial di Pali akan Mati,

“Saya pastikan semua wartawan dan organisasi kontrol sosial akan takut, bahkan kontrol sosial di Pali akan Mati jika saat itu kami sampai dipenjarakan karena kasus pemberitaan itu. Tapi Alhamdulillah Allah SWT masih melindungi dan menghendaki kita tetap mengontrol di bumi PALI yang kita cintai ini”,ucap Eddi. (Ril/Red)

Print Friendly, PDF & Email