[預購] 橋本有菜 美體重現半身娃 [預購] 橋本有菜 美體重現半身娃 , 迷情美少女 筱田美奈子 迷情美少女 筱田美奈子, 實體娃娃,半身實體娃娃推薦 加入購物車,立即搶購,24小時出貨。

Tak Kantongi Izin Keramaian, Pesta Rakyat HUT RI Ke-77 di OKU Selatan Telan Korban Jiwa

OKU Selatan Sumsel–Peserta rakyat dalam rangka HUT RI Ke-77 di desa Kembang Tinggi, Kecamatan Buay Pemaca, kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan menjadi malam tragis bagi salah satu pemuda warga Desa Kotawai Kecamatan Buay Pemaca kabupaten OKU Selatan.

DG (22) warga desa Kotawai, Kecamatan Buay Pemaca, kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan tewas diduga usai dianiaya oleh rekannya pada Minggu 21 Agustus 2022 sekira pukul 03:30 WIB.

Kapolres OKU Selatan AKBP Indra Arya Yudha.,SH.,SIK.,MH, pada keterangan persnya yang berlangsung di halaman Mapolsek Buay Pemaca mengatakan kejadian tersebut bermula saat korban DG (22) warga desa Kotawai, Kecamatan Buay Pemaca ini nonton organ tunggal di dusun 1 Desa setempat dalam rangka HUT RI Ke-77 sekitar pukul 03:30 WIB.

Baca Juga :  Deddy Mizwar Terpilih Kembali Sebagai Ketua Umum PPFI 2023-2028

“Kejadian tersebut diduga terjadi pada Minggu 21 Agustus sekitar pukul 03:30 WIB di dusun 1 Desa Kembang Tinggi”,terang Kapolres

Selain itu saat disinggung mengenai izin keramaian pada kegiatan dalam rangka HUT RI Ke-77 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa tersebut, pihaknya akan segera memanggil kepala desa dan panitia penyelenggara.

“Soal izin keramaian akan kita dalami. Saat ini kita juga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, nanti akan kita panggil kepala desa dan pihak penyelenggara”, tegas Kapolres

Sementara itu kepala Desa Kembang Tinggi, Lisnawati saat dikonfirmasi awak media di Polsek Buay Pemaca mengakui jika untuk kegiatan tersebut pihaknya tidak mengantongi izin keramaian.

Baca Juga :  Pilkada Serentak 2024, Bawaslu OKU Selatan Usulkan Hibah Rp 14 Milyar

“Biasanya kita hanya memberitahu pihak kepolisian jika ada kegiatan yang mengadakan hiburan, namun saat kegiatan ini kami tidak memberitahu atau minta izin, karena kegiatan pesta rakyat”,jelas Kepala Desa

Lebih lanjut Kepala Desa mengatakan jika selisih paham berujung maut antara korban DG (22) dengan pelaku DA (27) tersebut berlangsung pasca ditutupnya kegiatan orgen sekitar kurang lebih pukul 03:00 WIB.

“Korban dan pelaku sempat dilerai oleh warga yang menyaksikan kejadian. Namun naas, korban DG sempat ditikam oleh pelaku DA. Setelah DG ditikam, pelaku DA langsung melarikan diri begitu juga dengan korban DG”, ungkapnya

Baca Juga :  Pulang Kampung, PWPSS Sumsel Gelar Baksos dan Silaturahmi

Dikatakan Kepala Desa, di pagi harinya ia mendapat informasi dari warga jika ada mayat berjenis kelamin laki-laki di pinggir jalan. Mengetahui hal itu ia dan warga langsung ke lokasi penemuan mayat.

“Setibanya di lokasi kami lihat korban merupakan DG warga yang semalam sempat cekcok dengan DA warga desa Kembang Tinggi”, ungkapnya

Terpisah DA (27) terduga pelaku penganiaya yang membuat DG (22) warga desa Kotawai meregang nyawa, mengakui perbuatannya tersebut.

Dikatakan DA pada saat kejadian ia dan korban sama-sama berada dibawah pengaruh alkohol.

“Saya dan korban sama-sama minum, saya sendiri tidak mabok tapi saya minum”, jelasnya. (Red)

Print Friendly, PDF & Email