[預購] 橋本有菜 美體重現半身娃 [預購] 橋本有菜 美體重現半身娃 , 迷情美少女 筱田美奈子 迷情美少女 筱田美奈子, 實體娃娃,半身實體娃娃推薦 加入購物車,立即搶購,24小時出貨。

Diduga Salahgunakan Dana BOS, Kepsek SDN Tanjung Kari Tahan ATM dan Potong Gaji Honor

OKU Selatan Sumsel–Sejumlah guru honorer di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan merasa dirugikan karena gaji yang mereka terima tidak sesuai dengan perjanjian awal.

Berdasarkan informasi yang diterima, gaji guru honorer dibayarkan setiap 3 bulan sekali, namun jumlah yang diterima tidak mencapai harapan.

Peristiwa ini dialami oleh sejumlah Guru Honorer di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tanjung Kari, Kecamatan Pulau Beringin.

Beberapa guru honorer SDN Tanjung Kari, Kecamatan Pulau Beringin mengungkapkan bahwa mereka seharusnya menerima gaji sebesar Rp 700 ribu per bulan untuk mata pelajaran dan kegiatan wali kelas.

Baca Juga :  Panen Demplot Jagung, Upaya Dandim 0403 OKU Dorong OKU Selatan Sebagai Sentral Jagung

Namun, ketika gaji dibayarkan setiap 3 bulan, jumlah yang diterima hanya Rp 300 ribu. Alasan yang diberikan oleh pihak sekolah adalah bahwa sebagian gaji digunakan untuk keperluan lain seperti pembelian Alat Tulis Kantor (ATK) dan lain-lain.

“Semestinya 700 ribu per bulan, namun sampai ditangan kami hanya 300 per 3 bulan. Pernah juga digaji Rp 400 per 3 bulan, itupun hanya satu kali,” jelas mereka

Lebih lanjut para honorer ni mengatakan, kejadian ini terjadi dikarenakan ATM dan buku rekening gaji para honorer ini di tahan kepala sekolah, dengan alasan mempermudah para honorer mengambil gaji. Kejadian inipun sudah berlangsung lebih kurang dua tahun.

Baca Juga :  Dua Tenaga Alih Rugikan Negara 1,3 M, Kejari OKU Selatan Lakukan Tahap Dua Kasus Covid-19

“Pertama ke pemimpin Kepala Sekolah ini, kami diminta membuka rekening gaji, masing-masing dari honorer menyetor Rp 50 ribu dan pada saat gajian uang tersebut dikembalikan lagi, sehingga uang gaji yang kami terima Rp 350 ribu, 300 gaji 50 pengembalian buku rekening,” tegasnya

Mereka juga mengatakan, para tenaga honorer merasa bahwa gaji mereka tidak dikelola dengan transparan dan meminta agar apa yang menjadi haknya dapat dikembalikan agar mereka dapat menarik sendiri tanpa potongan yang tidak jelas.

Baca Juga :  HUT Bhayangkara Ke-78, Polda Sumsel Serahkan Bantuan Bedah Rumah, Berikan Layanan Kesehatan Masyarakat Hingga Bhakti Lingkungan

Situasi ini menimbulkan ketidakpuasan di kalangan guru honorer dan mereka berharap agar masalah ini dapat segera diselesaikan demi kesejahteraan mereka.

Sementara itu, Thalha Rusnili, S. Pd., SD Kepala Sekolah SD Negeri Tanjung Kari, Kecamatan Pulau Beringin, OKU Selatan saat dikonfirmasi Via Handphone tidak merespon. (Red)

Print Friendly, PDF & Email